KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Petani di Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, mulai merasakan manfaat pemerataan lahan pertanian. Sawah yang sebelumnya memiliki kontur tidak beraturan kini menjadi lebih rata sehingga lebih mudah diolah. Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendongkrak hasil panen.
Perubahan itu disambut positif oleh para petani. Selain mempermudah pengolahan tanah, pemerataan lahan juga membuat petak sawah menjadi lebih seragam sehingga proses pembajakan, penanaman, hingga perawatan tanaman dapat dilakukan lebih efektif.
Gatot, salah seorang petani Desa Sambongrejo, mengaku kondisi lahan sebelum diratakan cukup menyulitkan aktivitas bertani. Menurutnya, bentuk petak sawah yang sempit dan tidak rata membuat pekerjaan di lahan membutuhkan tenaga serta waktu lebih banyak.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pemerataan lahan ini. Dulu petaknya sempit dan pengolahannya cukup sulit. Setelah diratakan, lahannya menjadi lebih luas dan lebih mudah dikelola. Kami berharap hasil panen juga semakin baik,” ujar Gatot saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026).
Hal senada disampaikan Heri. Ia menilai perubahan kondisi lahan akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian karena proses budidaya menjadi lebih mudah dilakukan.
“Kalau lahannya sudah rata, pengelolaannya lebih mudah. Mudah-mudahan hasil panen ke depan lebih melimpah dan tanahnya semakin produktif,” kata Heri.
Kepala Desa Sambongrejo, Sulasim, mengatakan manfaat pemerataan lahan kini mulai dirasakan masyarakat. Menurutnya, kemudahan dalam mengelola sawah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani di desanya.
“Masyarakat, khususnya petani, merasakan manfaatnya. Lahan yang sebelumnya sulit dikelola sekarang jauh lebih mudah diolah. Kami berharap kondisi ini dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani,” tuturnya.
Ia menambahkan, selama ini pemerataan lahan sulit diwujudkan secara swadaya karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta dukungan alat berat. Karena itu, kehadiran program tersebut menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat.
Dengan kondisi lahan yang lebih rata, para petani berharap proses bercocok tanam dapat berlangsung lebih efisien. Mereka optimistis perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama warga Desa Sambongrejo.
Penulis: (Silo)







