Diduga Layani Pengangsu Solar Subsidi Saat Antrean Padat, SPBU Nguwok Lamongan Diminta Dievaluasi

Lamongan – Sejumlah masyarakat dan sopir truk yang mengantre di SPBU Pertamina 54.622.11 Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, menyayangkan adanya dugaan pelayanan pengisian solar subsidi kepada oknum anggota berinisial JK di tengah antrean kendaraan yang padat, Sabtu (13/6) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, JK disebut dengan leluasa melakukan pembelian solar subsidi saat antrean kendaraan, khususnya truk, sedang memanjang. Kondisi tersebut dinilai memperparah kepadatan antrean hingga menimbulkan kemacetan di sekitar area SPBU.

Para pengemudi yang sedang mengantre mengaku kecewa dengan pelayanan tersebut. Mereka menilai operator SPBU seharusnya lebih mengutamakan konsumen yang telah mengantre sesuai prosedur daripada melayani pembelian yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan distribusi BBM bersubsidi.
Selain itu, muncul dugaan bahwa pembelian solar subsidi tersebut dilakukan tanpa menggunakan barcode atau mekanisme pendataan yang berlaku. Solar subsidi diduga diisikan secara langsung tanpa pembatasan sebagaimana ketentuan yang diterapkan dalam program pengendalian distribusi BBM bersubsidi, Kemudian dikumpulkan di sebuah tempat di desa kandang rejo Kedungpring.

Masyarakat berharap PT Patra Niaga dan Pertamina melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi di SPBU 54.622.11 Nguwok. Evaluasi terhadap pengelola maupun operator yang bertugas dinilai perlu dilakukan guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, masyarakat meminta Pertamina memberikan teguran tegas serta melakukan pembinaan kepada pihak SPBU agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban distribusi BBM bersubsidi serta memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh konsumen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *