Tuban – matajawatimur.com // Proyek perbaikan atau tambal sulam aspal di ruas Jalan Raya Widang–Tuban menuai keluhan dari masyarakat. Selain diduga minim pengamanan, proyek tersebut juga disebut kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan, terutama pada malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sejumlah kecelakaan diduga terjadi akibat kondisi jalan yang sedang dalam proses perbaikan namun tidak dilengkapi penerangan yang memadai, rambu-rambu peringatan, maupun petugas pengatur lalu lintas pada malam hari. Selain itu, alat berat dan kendaraan proyek yang diparkir hingga memakan badan jalan dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.
Beberapa pengendara roda dua dilaporkan terjatuh, bahkan sempat terjadi tabrakan beruntun yang diduga dipicu oleh minimnya informasi kepada pengguna jalan terkait adanya pekerjaan perbaikan.

Masyarakat berharap kontraktor pelaksana segera memasang lampu penerangan sementara, rambu-rambu peringatan, serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi proyek agar pengguna jalan dapat mengetahui adanya pekerjaan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Warga juga mempertanyakan transparansi proyek tersebut. Hingga saat ini, menurut pantauan di lokasi, tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat identitas pelaksana, sumber anggaran, maupun nilai pekerjaan sebagaimana lazim ditemukan pada proyek pemerintah.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, kontraktor pelaksana bersama pihak yang melakukan pengawasan pada umumnya bertanggung jawab memastikan standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan diterapkan selama proyek berlangsung.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Wakil Direktur Investigasi Mandala dari Lembaga Investigasi Negara (LIN), Markat Noor Hadi, menyatakan pihaknya akan menyikapi persoalan tersebut secara serius.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat. Apabila tidak segera ada evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pengamanan proyek ini, kami akan menyampaikan protes keras kepada pihak-pihak terkait karena persoalan ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas Markat Noor Hadi.
Selain berpotensi membahayakan pengguna jalan, proyek tersebut juga disebut sering menimbulkan antrean panjang dan kemacetan akibat penyempitan badan jalan selama pekerjaan berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi resmi mengenai pelaksana proyek maupun keterangan dari instansi yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
(Tim)







