*Bakorwil Malang* – matajawatimur.com // Memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali meneguhkan ingatan sejarah dengan memberikan penghormatan kepada para pemimpin yang telah mewarnai perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, memimpin langsung prosesi ziarah dan tabur bunga di makam mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Abdul Hamid Mahmud, di Pemakaman Keluarga Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (8/10/2026).

Prosesi yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat. Sekitar 70 peserta hadir, terdiri atas jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, unsur rumah sakit milik Pemprov Jatim, Pemerintah Kecamatan Junrejo, keluarga almarhum, serta jajaran Bakorwil Malang.
Asep Kusdinar bertindak sebagai Pimpinan Ziarah, didampingi Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Direktur RSUD Saiful Anwar Prof. Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk. (K), FINACS, FICS, MMRS, jajaran Wakil Direktur RSUD Saiful Anwar, Direktur RSUD Karsa Husada Batu Dr. dr. Muhamad Rizal, MM, M.Kes, CHQP, serta Camat Junrejo Kota Batu.
Dari pihak keluarga, hadir putri kedua almarhum, Dewi Indriasari, dan putri keempat, Sari Widiyanti Budiar.
Rangkaian prosesi diawali dengan persiapan pasukan dan laporan perwira upacara. Asep kemudian memasuki tempat upacara untuk memimpin penghormatan kepada arwah Abdul Hamid Mahmud.
Penghormatan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, doa bersama dan tabur bunga oleh pimpinan ziarah beserta rombongan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan tali asih kepada perwakilan keluarga almarhum.
Bagi Asep, ziarah makam dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Timur bukan sekadar agenda seremonial. Di balik prosesi tersebut terdapat pesan tentang pentingnya menjaga kesinambungan sejarah, nilai pengabdian, serta semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur.
“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pemimpin Jawa Timur yang telah mendahului kita. Mereka adalah bagian dari perjalanan sejarah Jawa Timur yang tidak boleh kita lupakan,” ujar Asep.
Menurutnya, setiap generasi pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan apa yang telah dibangun oleh para pendahulu.
Karena itu, peringatan Hari Jadi Jawa Timur semestinya tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan usia provinsi, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang pembangunan Jawa Timur sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pengabdian.
“Yang kita warisi bukan hanya hasil pembangunan, tetapi juga semangat pengabdian, persatuan dan kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita hidupkan dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Asep juga menilai keterlibatan berbagai perangkat daerah dalam prosesi ziarah menjadi gambaran pentingnya kebersamaan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat berjalan secara sektoral. Setiap perangkat daerah memiliki peran yang saling berkaitan sehingga koordinasi, kolaborasi dan sinergi menjadi kebutuhan dalam menjawab persoalan pembangunan yang semakin kompleks.
“Semangat gotong royong harus terus kita jaga. Koordinasi, kolaborasi dan sinergi antarp perangkat daerah menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur,” tegasnya.
Ia menambahkan, penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu juga mengandung pesan moral bagi aparatur pemerintahan saat ini agar terus menjaga integritas dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.
“Setiap masa memiliki tantangannya sendiri. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tutur Asep.
Prosesi ziarah dan tabur bunga di makam almarhum Abdul Hamid Mahmud berlangsung tertib, lancar dan khidmat.
Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus pengingat bahwa perjalanan Jawa Timur dibangun melalui pengabdian panjang lintas generasi.
Mengenang para pendahulu, menjaga persatuan, dan melanjutkan pengabdian menjadi pesan yang mengemuka dari ziarah tersebut.







