MALANG – matajawatimur.com // Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, menghadiri pembukaan Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026 di Lapangan Sepatu Roda Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2026). Kejuaraan yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut diikuti sebanyak 2.436 atlet dari 133 tim yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Menurut Asep Kusdinar, penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar kompetisi olahraga. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga peserta menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang dan Malang Raya semakin dipercaya sebagai tuan rumah berbagai agenda olahraga berskala nasional.
“Kejuaraan ini menunjukkan bahwa Malang Raya memiliki kapasitas sebagai pusat penyelenggaraan event olahraga nasional. Infrastruktur yang memadai, dukungan pemerintah daerah, serta antusiasme masyarakat menjadi modal penting untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi sport tourism di Jawa Timur,” ujar Asep.
Ia menambahkan, setiap penyelenggaraan event nasional memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Aktivitas hotel, restoran, transportasi, pelaku UMKM, hingga sektor jasa mengalami peningkatan seiring datangnya ribuan peserta dari berbagai daerah.
“Olahraga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan peserta yang hadir tentu memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga UMKM lokal. Karena itu, event seperti ini bukan hanya investasi prestasi olahraga, tetapi juga investasi ekonomi kawasan,” jelasnya.
Asep menilai, arah pembangunan kewilayahan di Malang Raya memang perlu didorong melalui penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional yang mampu mengoptimalkan potensi daerah sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai pusat kegiatan olahraga, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, keberadaan kawasan Stadion Kanjuruhan yang terus berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga harus dimanfaatkan secara optimal sebagai magnet pertumbuhan ekonomi baru.
“Kita ingin Kanjuruhan tidak hanya dikenal sebagai kompleks olahraga, tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat, ruang pembinaan atlet, destinasi wisata olahraga, sekaligus penggerak ekonomi lokal. Inilah salah satu bentuk pembangunan kawasan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Selain berdampak pada ekonomi, Asep juga menilai kejuaraan olahraga menjadi media yang efektif dalam membangun karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, sportivitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
“Pesan yang disampaikan Ibu Gubernur sangat relevan bahwa prestasi lahir dari proses panjang. Pembinaan olahraga sesungguhnya juga merupakan investasi dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, produktif, berintegritas, serta memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) dalam membangun ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi yang rutin dilaksanakan menjadi ruang strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus meningkatkan kualitas prestasi olahraga nasional.
Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di wilayah kerja Bakorwil Malang, Asep menegaskan pihaknya siap mendukung berbagai agenda strategis yang memperkuat sinergi pembangunan lintas sektor, termasuk pengembangan olahraga prestasi, sport tourism, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia olahraga, pelaku usaha, serta masyarakat agar setiap event nasional mampu memberikan manfaat yang semakin luas. Prestasi olahraga harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, penguatan pariwisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Jatim Open I Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama bangsa, tetapi juga semakin mengukuhkan Malang Raya sebagai salah satu pusat sport tourism dan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.







